Kompromi dalam Bidang Aqidah Antara Kaum Quraisy dengan Nabi Muhammad SAW

23. Kompromi dalam Bidang Aqidah Antara 
Kaum Quraisy dengan Nabi Muhammad SAW

Kisah Nabi Muhammad Lengkap

Ketika kaum Quraisy melihat bahwa gangguan dan paksaan yang mereka lancarkan kepada Nabi dan para sahabatnya tidak membawa hasil, tidak merubah keimanan dan keyakinan mereka terhadap agama Islam yang dianutnya; maka pergilah kaum Quraisy menemui Muhammad; dan sebelum mereka menemui Muhammad secara rame-rame, maka terlebih dahulu mereka mengutus seorang utusan yang  bernama 'Uqbah bin Walid untuk menemui Nabi Muhammad saw.

Dalam pertemuannya dengan Nabi saw. 'Uqbah bin Walid berkata kepada beliau (Muhammad): "Hai, anak saudaraku! Sesungguhnya engkau dari golongan kita, sebagaimana yang engkau ketahui, adalah dari orang-orang yang berketurunan baik-baik, tetapi engkau telah membawa satu urusan yang besar kepada kaummu; engkau pecah belahkan persatuan mereka, engkau bodoh-bodohkan pendapat mereka; engkau cela agama dan tuhan-tuhan mereka; engkau kafirkan bangsa bapak-bapak mereka yang sudah tidak ada. Maka dengarkanlah omonganku. Jika kamu mau harta, kami akan kumpulkannya dari harta-harta kami sehingga engkaulah yang akan berharta (hartawan); dan jika engkau menginginkan kemuliaan, maka kami jadikan engkau ketua atas kami; kalau yang engkau bawa ini dari jin yang engkau tidak bisa menolaknya, maka kami carikan tabib yang bisa mengobatimu." Tatkala 'Uqbah sudah selesai mengeluarkan kata-kata, maka Nabi saw. cukup membacakan di hadapannya permulaan surat Fushshilat (41) ayat 1-14.

Ketika mendengar bacaan ayat-ayat Al-Qur'an itu, lalu 'Uqbah menutup mulutnya, dan meminta Nabi supaya berhenti. Tatkala kembali kepada kaumnya, ia menasihati kaumnya supaya mereka membiarkan Nabi, tetapi kaumnya tidak mau.

Maka mereka kaum Quraisy (anti Muhammad) tetap ingin bertemu dengan Muhammad dan ingin mengajukan kompromi dalam bidang aqidah dan ibadah. Yaitu mereka mengajukan kompromi dengan Muhammad, agar beliau mau menyembah berhala-berhala mereka; dan mereka pula akan menyembah Tuhan beliau (yaitu menyembah Allah). Maka turunlah firman Allah kepada Nabi Muhammad yang sekaligus sebagai jawaban atas kompromi kaum Quraisy kepada beliau:

"Katakanlah (Muhammad): Hai orang-orang kafir! Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. Dan aku tidak akan pernah menjadi Penyembah apa yang kamu sembah, dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untukmulah agamamu dan untukkulah agamaku. " (QS. Al-Kafirun: 1-6).

Dengan perundingan kompromi dalam bidang aqidah dan ibadah itu tidak membawa hasil, maka mereka (kaum Quraisy) masih menuntut Nabi Muhammad untuk menghapuskan isi Al-Qur'an dan apa-apa yang menjadikan kaum Quraisy marah, mengenai celaan dan penghinaan terhadap berhala mereka dan sesembahan mereka; atau beliau tukar Al-Qur'an (wahyu) yang diterimanya itu dengan sesuatu yang lain.

Maka turunlah wahyu Allah kepada Nabi Muhammad sebagai jawaban atas permintaan mereka itu:
“Katakanlah (Muhammad): ”Tidaklah patut bagiku menggantinya dari pihak diriku sendiri. Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku.” (QS. Yunus: 15)

Sign up here with your email address to receive updates from this blog in your inbox.

0 Response to "Kompromi dalam Bidang Aqidah Antara Kaum Quraisy dengan Nabi Muhammad SAW"

Post a Comment