Beranda · About · Daftar Isi · Kisah Teladan · Kisah Muallaf · Kisah 25 Nabi · Aplikasi · Kisah Nabi Muhammad

Kisah Nabi Luth Lengkap

NABI LUTH ALAIHISSALAM

Kisah Nabi Luth Lengkap

Adik-adik, Nabi Luth Alaihissalam adalah juga keponakan Nabi Ibrahim Alaihissalam. Beliau diutus oleh Allah untuk menyampaikan kebenaran kepada kaumnya di negeri Sodom. Kaum Nabi Luth saat itu hidup penuh bergelimang dosa. Perbuatan mereka sungguh terlaknat dan menjijikkan. Akhlak mereka menyalahi fitrah manusia. Bahkan manusia sebelum mereka tidak pernah melakukan perbuatan seperti yang mereka kerjakan. Orang-orang negeri Sodom kebanyakan menyukai hubungan sesame jenis. Lelaki sesama lelaki, perempuan sesama perempuan. Fitrah manusia itu mereka langgar dan Allah membenci serta melaknat perbuatan terkutuk itu.

Sesungguhnya Allah telah menciptakan semua manusia berpasangan tetapi bukan dengan yang sejenis. Manusia diciptakan Allah untuk hidup berkeluarga dengan berpasangan antara laki-laki dan perempuan. Allah menghendaki manusia mempunyai keturunan karena itu termasuk amanah.

Orang-orang negeri Sodom ini mengingkari ajaran nabi. Agama Allah yang dibawa Nabi Luth Alaihissalam tidak mereka ikuti hingga membuat mereka semakin jauh dari kebenaran. Mereka mencari kepuasan atas nafsu mereka, bahkan dengan memaksa. Perampasan dan perampokan menjadi pemandangan biasa bagi kaum Nabi Luth Alaihissalam. Tidak hanya harta benda, barang-barang bahkan bila terdapat rampasan berupa pemuda dan pemudi pun masing-masing berebutan antara mereka. Yang pemuda diperebutkan laki-laki mereka, sedang yang perempuan diperebutkan perempuan mereka. Perbuatan mereka sungguh-sungguh hina.

Nabi LuthAlaihissalam sudah berusaha keras untuk menyadarkan orang-orang Negeri Sodom. Namun tak banyak yang beriman kepada ajaran yang disampaikan beliau. Nabi Luth kembali mengingatkan bahwa azab Allah akan menimpa jika mereka tidak segera bertobat.

Tapi orang-orang Negeri Sodom itu sudah tidak ingin melihat dan mendengar apa pun yang disampaikan Nabi Luth. Mereka lantas mengusir Nabi Luth dan pengikutnya. Bahkan mereka pun menantang dengan mengharapkan datangnya kemurkaan dari Allah. Nabi Luth Alaihissalam kemudian berdoa agar Allah menolong dan menyelamatkan beliau dan pengikutnya dari kaumnya yang berbuat kerusakan.

Allah kemudian mengutus tiga malaikat menemui Nabi Luth. Mereka menyamar menjadi pemuda yang gagah. Nabi Luth Alaihissalam menjadi tidak tenang dengan kehadiran tiga orang tamu yang tak dikenalnya itu. Beliau khawatir orang-orang Negeri Sodom akan menemuinya dan akan merampas para pemuda tersebut. Kekhawatiran Nabi Luth Alaihissalam terjadi. Kaumnya memaksa Nabi Luth menyerahkan pemuda-pemuda gagah itu. Nabi Luth tak dapat melawan. Semua keadaan itu hanya dipasrahkannya kepada Allah.

Nabi Luth menjadi tenang ketika 3 pemuda tersebut memberitahukan bahwa mereka adalah malaikat-malaikat utusan Allah. Setelah itu, malaikat menyampaikan perintah Allah kepada Nabi Luth. Beliau dan pengikutnya, kecuali istrinya, diminta pergi meninggalkan Negeri Sodom menjelang waktu subuh. Istri beliau ditinggalkan karena telah ikut-ikutan melakukan perbuatan seperti orang-orang Negeri Sodom.

Azab Allah menimpa negeri Sodom dan penduduknya yang tidak mau beriman. Angin yang membawa hujan batu membara menghujani tempat itu. Setiap orang terkutuk itu tak ada yang selamat, binasalah orang-orang Negeri Sodom. Sedang selain hujan batu, tempat itu diguncang gempa kuat hingga negeri itu terbalik. Azab Allah turun setelah tak lagi ada yang mau beriman dan mentaati Allah. Orang-orang Negeri Sodom ini adalah contoh buruk dalam kehidupan manusia.

Hikmah Kisah Nabi Luth Alaihissalam:
  1. Perbuatan kaum Negeri Sodom merupakan perbuatan sangat dibenci Allah.
  2. Hidup manusia fitrahnya berpasangan dan mempunyai keturunan, seperti Nabi Adam Alaihissalam dan Hawa.
  3. Istri Nabi Luth Alaihissalam termasuk contoh istri yang tidak mentaati Allah dan nabinya seperti juga istri Nabi Nuh Alaihissalam maka celakalah kesudahan bagi keduanya.

Kisah Nabi Luth Alaihissalam di dalam Mushaf al-Qur'an terdapat pada:
al-A'raaf: 80-84, al-Anbiyaa: 74-75, asy-Syu’ara: 160-175, Huud: 77-83, al-Hijr: 59-77, an-Naml: 54-58, al-Ankabut: 26-35, ash-Shafaat: 133-138, al-Qamar: 33-39, at-Tahrim: 10.

Sumber:
Hendro Trilaksono, 2014. Kisah 25 Nabi dan Khulafaur Rasyidin. Yang Menerbitkan Mutiara Media: Yogyakarta

Kaum Quraisy Minta Bukti Kerasulan Muhammad SAW

25. KAUM MUSYRIKIN QURAISY MINTA BUKTI
KERASULAN MUHAMMAD SAW

Bukti Kerasulan Muhammad saw

Lewat penganiayaan dan penyiksaan tidak membuat kendur dan pudar atas diri Muhammad dan para pengikutnya serta risalah yang dibawanya, maka kaum musyrikin Quraisy mengambil cara lain untuk melumpuhkan dakwah Islamiyah, yaitu: mereka meminta kepada Rasulullah tanda bukti/ayat yang dapat dilihat oleh mata kepala mereka. Tuntutan dan permintaan mereka itu ialah agar Muhammad dapat membelah bulan menjadi dua.

Setelah permintaan mereka itu dikabulkan dan disaksikan oleh mata kepala mereka, tidaklah menjadikan mereka itu beriman, malah mereka berkata: “Kita semuanya kena sihir oleh anaknya Abu Kabsyah (Muhammad).” Abu Kabsyah artinya “bapaknya domba”. Dulu Muhammad adalah seorang pengembala domba/kambing. Maka Allah menurunkan firman-Nya dalam surat Al-Qomar ayat 2 (yang artinya) :

“Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat sesuatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata: Ini adalah sihir yang terus- menerus.”

Maksud dan tujuan kaum musyrikin meminta tanda bukti/ayat kepada Rasulullah itu adalah hanya karena kecongkakan dan keras kepala saja, dan sebagai ejekan serta kelemahan dakwahnya. Mereka pernah juga meminta dipanaskan sumber mata air dari bumi untuk mereka. Tapi oleh Allah permintaan itu tidak dikabulkan, melalui firman-Nya yang ditujukan kepada Nabi Muhammad:

“Katakanlah (hai, Muhammad), Maha Suci Tuhanku, bukankah aku ini hanya seorang manusia yang menjadi rasul?” (QS. Al-Isra': 93).

Allah Maha mengetahui isi lubuk hati kaum musyrikin yang berupa fanatisme dank eras kepala serta kecongkakannya. Maka sekalipun didatangkan beberapa tanda bukti/ayat atas mereka terhadap Rasulullah saw, tidaklah membuahkan iman. Hal itu ditegaskan oleh Allah dalam Al-Qur’an ayat 109: “Dan tahukah kamu sesungguhnya ayat-ayat itu apabila dating, mereka tidak akan beriman.”

Sumber:
Ust. Maftuh Ahnan Asy, 2001. Kisah Kehidupan Nabi Muhammad SAW. Yang Menerbitkan Terbit Terang: Surabaya.

Kisah Teladan: Tetangga di Surga

Tetangga di Surga Abu Yazid Al Busthami

Abu Yazid Al Busthami adalah seorang yang dikenal rajin bermunajat kepada Allåh, karena keinginannya masuk syurga. Hatinya senang, pikirannya seolah-olah melayang sampai ke Arasy Tuhan.

“Inilah tempat Rasulullah, semoga aku kelak menjadi tetangganya di syurga,” bisik hati kecilnya. Ketika ia tersadar dari khayalannya, tibA-tiba terdengar suara menyeru.

“Ada seorang hamba yang kelak akan menjadi tetanggamu di syurga. la tinggal di negeri ini”, kata suara itu.

Terdorong hatinya untuk menCari sahabatnya yang kelak menjadi tetangganya di syurga, Abu Yazid pergi mencari orang yang disebutkan itu. Ia berjalan kaki sejauh 100 farsah hingga sampai ke sebuah negeri tempat orang yang disebutkan itu.

Ketika ia akan menjumpai orang itu, seorang lelaki menasehatinya. “Mengapa engkau mencari orang yang fasiq dan peminum arak itu. Padahal dari tanda-tanda di dahimu kau adalah seorang yang shaleh”, ujarnya.

Mendengar nasehat itu, hati Yazid jadi termangu. “Jika demikian, suara yang menyuruhku saat aku bermunajat itu adalah suara syaitan. Mengapa aku harus menurutinya”, bisikknya di dalam hati.

Tetapi ketika dia akan melangkahkan kaki untuk kembali, hatinya kembali termangu, “Aku datang jauh-jauh kemari untuk menemui orang itu, aku tak akan pulang sebelum bertemu dengannya”, bisiknya dalam hati.

"Dimana tempat orang itu”, tanya Yazid.
"Dia sekarang sedang mabuk-mabukkan di tempat ini", ujar lelaki itu seraya menunjuk sebuah tempat.

Maka melangkahlah kaki Yazid menemui orang yang disebutkan itu. Benar juga , di tempat itu ia melihat 40 orang laki-laki sedang mabuk-mabukkan minum khamr, sementara orang yang dicarinya itu tampak duduk diantara mereka.

Begitu melihat kenyataan yang kontras dari apa yang disangkanya sebelumnya, Abu Yazid Al Busthami cepat membalikkan kaki hendak meninggalkan mereka, ia merasa kesal dan putus asa. Tetapi seseorang memanggilnya.

“Hai Abu Yazid, mengapa engkau tidak jadi masuk rumah ini. Bukankah engkau jauh-jauh datang kemari hanya karena ingin bertemu denganku? Katanya engkau mencari seorang tetanggamu di syurga kelak?”, ujar lelaki itu.

Mendengar ucapan orang itu, hati Abu Yazid jadi masygul. Ia tak habis pikir bagaimana orang itu bisa mengetahui maksud kedatangannya, padahal ia belum menyampaikan isi hatinya.

“Engkau begitu cepat meninggalkan rumah ini tanpa mengucapkan salam, tanpa perjumpaan dan nasehat”, kata orang itu lagi yang membuat hati Abu Yazid jadi semakin tak mengerti dengan apa yang terjadi.

Dalam keadaan hati yang galau, Abu Yazid mulutnya seakan terkunci, tetapi ada pergulatan di dalam hatinya.

“Sudahlah Abu Yazid, kau tak perlu banyak berfikir dan merasa heran. Yang menyuruhmu datang kemari telah memberitahukan kedatanganmu kepadaku. Ayo masuklah ke rumahku, duduklah barang sesaat”, ajak orang itu.

Dengan sedikit ragu Abu Yazid menurutinya masuk ke rumah dan duduk diantara mereka yang sedang mabuk-mabukkan itu.

“Hai Abu Yazid, masuk syurga jangan cuma ingin enaknya sendiri. Itu bukan sifat utama dan mulia dari seorang lelaki sepertimu. Dulu ada 80 orang fasik yang suka mabuk-mabukkan seperti apa yang engkau lihat saat ini. Kemudian aku berusaha membiarkan mereka agar bisa menjadi teman dan tetanggaku kelak di syurga. Yang 40 sudah berhasil berhenti dari kefasikan, dan kini tinggal 40 orang ini. Inilah tugasmu membinanya untuk bertaubat agar bisa menjadi tetanggamu kelak di syurga,” tegas orang itu.

Bagai disambar petir hati Abu Yazid mendengar ucapan orang itu. Hatinya merasa terpanggil mengikuti jejak orang itu. Dia bertekad harus bisa menyadarkan 40 orang fasik itu sebagai tetangganya kelak di syurga.

Kepada 40 orang yang tengah mabuk-mabukan itu, lelaki itu kemudian memperkenalkan bahwa orang datang itu adalah Abu Yazid Al Busthami. Dia adalah sahabat mereka yang akan mengajak mereka bersama-sama menjadi penghuni syurga. Dengan dakwah dan pembinaan khusus akhirnya 40 orang itu sadar dan bertaubat. Mereka itulah tetangga Abu Yazid di syurga kelak.

Tokoh Quraisy dan Abdullah Ibnu Ummi Maktum Bertamu Kepada Nabi Muhammad SAW

24. TOKOH-TOKOH QURAISY DAN ABDULLAH IBNU UMMI MAKTUM
BERTAMU KEPADA NABI MUHAMMAD SAW

Tokoh Quraisy dan Abdullah Ibnu Ummi Maktum Bertamu Kepada Nabi Muhammad SAW

Ketika Rasulullah saw kedatangan tamu para tokoh Quraisy, dan sedang asyik-asyiknya berbincang dengan tamu kehormatannya, beliau sedang menawarkan dan menjabarkan ajaran Islam kepada mereka; maka datanglah Abdullah ibnu Ummi Maktum yang buta dan dia telah masuk Islam. Kedatangan Abdullah ibnu Ummi Maktum tidak diperhatikan, diabaikan oleh Rasulullah. Karena Rasulullah masih serius memberikan pelajaran kepada tokoh-tokoh Quraisy; sebab menurutnya dengan ajaran-ajaran yang diberikan oleh Rasulullah dapat memeluk Islam.

Kedatangan Abdullah ibnu Ummi Maktum yang minta diajarkan kepadanya apa-apa yang telah diajarkan oleh Allah kepada Muhammad, itu sama sekali tidak diperhatikan oleh Rasulullah, beliau bersikap acuh tak acuh kepada tamu yang bernama Ibnu Ummi Maktum itu. Maka turunlah firman Allah yang sekaligus sebagai teguran atas sikap Nabi saw kepada Abdullah ibnu Ummi Maktum:

“Dia (Muhammad) bermuka masam dan berpaling, karena telah datang seorang buta (Abdullah Ibnu Ummi Maktum) kepadanya. Tahukah kamu barangkali ia ingin membersihkan dirinya (dari dosa), atau dia (ingin) mendapatkan pengajaran, lalu Pengajaran itu memberi manfaat kepadanya? Adapun orang yang merasa dirinya serba cukup, maka kamu melayaninya. Padahal tidak ada (celaan) atasmu kalau dia tidak membersihkan diri (beriman). Dan adapun orang yang datang kepadamu dengan bersegera (untuk mendapatkan Pengajaran), sedang ia takut kepada (Allah), maka kamu mengabaikannya.” (QS. 'Abasa: 1-10).

Sejak terjadinya peristiwa itu, Rasulullah saw tidak pernah bermuka masam di hadapan orang-orang kafir. Dan apabila beliau berpapasan dengan Abdullah Ibnu Ummi Maktum, beliau mengatakan: "Selamat, hai orang di mana lantaran dia Allah menegurku." 

Kisah Nabi Ibrahim Lengkap

NABI IBRAHIM ALAIHISSALAM

Kisah Nabi Ibrahim Lengkap

Tersebutlah Raja Namrud, penguasa Kerajaan Babylonia mendapat firasat dalam mimpinya bahwa seorang anak laki-laki akan membuatnya susah. Kelak, anak tersebut akan meruntuhkan kerajaannya. Raja Namrud segera menurunkan titah untuk membunuh setiap anak laki-laki.

Anak yang dimaksud itu sebenarnya adalah Nabi Ibrahim Alaihissalam. Allah Yang Maha Penolong kemudian menyelamatkan ibu Nabi Ibrahim Alaihissalam. Ketika mengandung tidak kelihatan tanda-tanda kehamilan. Hingga ibunya melahirkan dan Nabi Ibrahim Alaihssalam tumbuh besar dan selamat dari kejahatan Raja Namrud.

Di seluruh Kerajaan Babylonia ketika itu, banyak orang yang menyembah patung-patung sebagai tuhan-tuhan. Bahkan, ayah Nabi Ibrahim Alaihissalam adalah seseorang yang membuat patung-patung tersebut. Kehidupan penduduk Kerajaan Babylonia sudah sangat sesat dan menyimpang. Mereka membangun sebuah tempat untuk menaruh patung-patung sesembahan mereka. Termasuk di dalamnya patung yang paling besar kepunyaan Raja Namrud.

Nabi Ibrahim sudah sejak lama bertanya-tanya mengapa patung-patung itu mereka percayai dan sembah. Apakah Tuhan dapat dibuat-buat seperti berbentuk patung, dan patung seperti itu mungkinkah punya kemampuan sebagai Tuhan? Bagi Nabi Ibrahim, semua itu tidak masuk akal. Nabi Ibrahim Alaihissalam pun menyadari pasti ada Tuhan yang pantas disembah tapi dia belum mengetahui apakah itu.

Nabi Ibrahim Alaihissalam akhirnya melakukan pencarian. Tuhan yang harus disembah pasti sesuatu yang istimewa dan mempunyai kemampuan yang tidak tertandingi. Kemudian Allah memperlihatkan tanda-tanda keagungan-Nya. Allah memperlihatkan bintang, bulan, dan matahari kepada beliau. Namun akhirnya Nabi Ibrahim Alaihissalam mulai mengerti, Tuhan yang disembah bukanlah Tuhan berupa benda yang terbit dan tenggelam. Tuhan yang patut disembah adalah Tuhan yang  menerbitkan dan yang menenggelamkan. Allah kemudian memberi petunjuk kepada Nabi Ibrahim bahwa Allah adalah Tuhan yang selama ini beliau cari.

Sejak itu Nabi Ibrahim Alaihissalam menyatakan beriman kepada Allah Seru Sekalian Alam. Allah kemudian mengutus beliau untuk mengajarkan agama yang lurus Inilah agama yang benar dan akan disampaikan kepada kaumnya.

                Nabi Ibrahim Alaihissalam Ialu mendatangi orang-orang Babylonia namun terlebih dahulu dia menemui ayahnya yang masih menjadi pembuat patung. Namun ayahnya tidak mau mengikuti agama yang dibawanya. la malah mengusir Nabi Ibrahim Alaihissalam. Ketika Nabi Ibrahim menyampaikan ajarannya kepada kaumnya banyak pula yang membantah dan mengingkarinya. Nabi Ibrahim kembali menegaskan, sebenarnya Tuhan yang harus disembah adalah Tuhan yang menciptakan Iangit dan bumi. Nabi Ibrahim Alaihissalam sanggup membuktikan ucapannya itu.

Suatu ketika Nabi Ibrahim mendatangi bangunan tempat pemujaan patung-patung mereka. Segala patung-patung ditempat itu dihancurkan dan tidak ada yang masih utuh kecuali patung yang sangat besar milik Raja Namrud. Raja Namrud dan para pengikutnya marah dan mengutuk pelakunya. Mereka berpikiran bahwa pelakunya pasti Nabi Ibrahim.

Nabi Ibrahim Alaihissalam lalu ditangkap dan disidang. Raja Namrud dan pengikutnya berusaha membuktikan bahwa Nabi Ibrahim adalah pelaku perusakan patung-patung yang mereka sembah. Nabi Ibrahim Alaihissalam menunjukkan bahwa patung yang terbesarlah yang melakukan. Beliau kemudian menyuruh kaumnya untuk bertanya pada patung besar yang masih utuh tersebut. Mereka mengatakan bahwa hal itu tidak mungkin karena patung itu tidak dapat berbicara. Nabi Ibrahim kemudian mempertanyakan kalau memang tidak dapat berbicara mengapa patung tersebut disembah? Nabi Ibrahim menegaskan, jika patung-patung itu tidak dapat berbicara, tentunya patung-patung tersebut juga tidak dapat memberi manfaat dan mudharat sama sekali.

Raja Namrud murka mendengar perkataan Nabi Ibrahim. Raja Namrud dan pengikutnya kemudian menghukum Nabi Ibrahim Alaihissalam. Mereka membakar nabi Ibrahim hidup-hidup. Meskipun api panas membara berkobar-kobar, tapi Allah Maha Berkehendak. Api tersebut diperintahkan untuk tidak menjadi panas dan tidak pula membakar Nabi Ibrahim Alaihissalam. Beliau merasakan sejuk di dalamnya karena api menjadi dingin. Setelah api mulai padam, Nabi Ibrahim keluar dari tempat pembakaran dengan selamat dan tanpa ada yang terbakar sedikit pun.

Raja Namrud dan pengikutnya terheran-heran melihat hal itu. Mereka melihat mukjizat yang dialami oleh Nabi Ibrahim. Tapi keangkuhan dan kesombongan telah menutupi hati mereka dari kebenaran. Hanya sebagian kecil saja dari mereka yang kemudian menyadari kebenaran agama yang dibawa oleh Nabi Ibrahim.

Sebagian orang-orang Babylonia mulai ada yang menyadari. Tuhan yang diyakini Nabi Ibrahim Alaihissalam tentu telah menyelamatkan dari kesewenang-wenangan Raja Namrud. Raja Namrud menggeledah seluruh kerajaan namun tetap  tidak menemukan Nabi Ibrahim Alaihissalam. Di Kerajaan Babylonia pun rakyatnya terpecah belah dalam menentukan keyakinan. Sebab itu Raja Namrud kini menjadi susah sejak Nabi Ibrahim Alaihissalam mampu menunjukkan mukjizat Allah. Ketika itu, Allah telah memerintahkan Nabi Ibrahim Alaihissalam berhijrah bersama pengikutnya. Di tempat baru itu Nabi Ibrahim Alaihissalam mendapat kemudahan termasuk dari penguasa setempat. Di tempat itu pula Nabi Ibrahim Alaihissalam bertemu dengan Sarah yang kemudian menjadi istrinya.

Hikmah Kisah Nabi Ibrahim:
  1. Nabi Ibrahim Alaihissalam mencari kebenaran untuk meyakinkan dirinya bahwa ada Tuhan yang pantas disembah yakni Allah pencipta langit dan bumi.
  2. Allah SWT menunjukkan bukti-bukti kekuasaannya untuk meyakinkan Nabi  Ibrahim Alaihissalam.
  3. Keimanan yang kuat membuat Nabi Ibrahim Alaihissalam semakin mantap menyampaikan agama Allah.
  4. Dengan mukjizat Allah, Nabi Ibrahim Alaihissalam tidak dapat terbakar api.

Kisah Nabi Ibrahim Alaihissalam di dalam Mushaf al-Qur'an terdapat pada:
Maryam: 41 - 50, al-An’aam: 74 - 83, al-Anbiyaa': 51 - 71, Ash-Shafaat: 83 -113, at-Taubah: 114-116, al-Baqarah: 124 -132, 258 - 260, Ali Imran : 67, Huud: 69 - 104, Ibrahim: 35 - 41, asy'Syu'araa': 69 - 104, al-'Ankabuut: 16 - 26, az-Zukhruf: 26 – 28.

Sumber :
Hendro Trilaksono, 2014. Kisah 25 Nabi dan Khulafaur Rasyidin. Yang Menerbitkan Mutiara Media: Yogyakarta

Kompromi dalam Bidang Aqidah Antara Kaum Quraisy dengan Nabi Muhammad SAW

23. Kompromi dalam Bidang Aqidah Antara 
Kaum Quraisy dengan Nabi Muhammad SAW

Kisah Nabi Muhammad Lengkap

Ketika kaum Quraisy melihat bahwa gangguan dan paksaan yang mereka lancarkan kepada Nabi dan para sahabatnya tidak membawa hasil, tidak merubah keimanan dan keyakinan mereka terhadap agama Islam yang dianutnya; maka pergilah kaum Quraisy menemui Muhammad; dan sebelum mereka menemui Muhammad secara rame-rame, maka terlebih dahulu mereka mengutus seorang utusan yang  bernama 'Uqbah bin Walid untuk menemui Nabi Muhammad saw.

Dalam pertemuannya dengan Nabi saw. 'Uqbah bin Walid berkata kepada beliau (Muhammad): "Hai, anak saudaraku! Sesungguhnya engkau dari golongan kita, sebagaimana yang engkau ketahui, adalah dari orang-orang yang berketurunan baik-baik, tetapi engkau telah membawa satu urusan yang besar kepada kaummu; engkau pecah belahkan persatuan mereka, engkau bodoh-bodohkan pendapat mereka; engkau cela agama dan tuhan-tuhan mereka; engkau kafirkan bangsa bapak-bapak mereka yang sudah tidak ada. Maka dengarkanlah omonganku. Jika kamu mau harta, kami akan kumpulkannya dari harta-harta kami sehingga engkaulah yang akan berharta (hartawan); dan jika engkau menginginkan kemuliaan, maka kami jadikan engkau ketua atas kami; kalau yang engkau bawa ini dari jin yang engkau tidak bisa menolaknya, maka kami carikan tabib yang bisa mengobatimu." Tatkala 'Uqbah sudah selesai mengeluarkan kata-kata, maka Nabi saw. cukup membacakan di hadapannya permulaan surat Fushshilat (41) ayat 1-14.

Ketika mendengar bacaan ayat-ayat Al-Qur'an itu, lalu 'Uqbah menutup mulutnya, dan meminta Nabi supaya berhenti. Tatkala kembali kepada kaumnya, ia menasihati kaumnya supaya mereka membiarkan Nabi, tetapi kaumnya tidak mau.

Maka mereka kaum Quraisy (anti Muhammad) tetap ingin bertemu dengan Muhammad dan ingin mengajukan kompromi dalam bidang aqidah dan ibadah. Yaitu mereka mengajukan kompromi dengan Muhammad, agar beliau mau menyembah berhala-berhala mereka; dan mereka pula akan menyembah Tuhan beliau (yaitu menyembah Allah). Maka turunlah firman Allah kepada Nabi Muhammad yang sekaligus sebagai jawaban atas kompromi kaum Quraisy kepada beliau:

"Katakanlah (Muhammad): Hai orang-orang kafir! Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. Dan aku tidak akan pernah menjadi Penyembah apa yang kamu sembah, dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untukmulah agamamu dan untukkulah agamaku. " (QS. Al-Kafirun: 1-6).

Dengan perundingan kompromi dalam bidang aqidah dan ibadah itu tidak membawa hasil, maka mereka (kaum Quraisy) masih menuntut Nabi Muhammad untuk menghapuskan isi Al-Qur'an dan apa-apa yang menjadikan kaum Quraisy marah, mengenai celaan dan penghinaan terhadap berhala mereka dan sesembahan mereka; atau beliau tukar Al-Qur'an (wahyu) yang diterimanya itu dengan sesuatu yang lain.

Maka turunlah wahyu Allah kepada Nabi Muhammad sebagai jawaban atas permintaan mereka itu:
“Katakanlah (Muhammad): ”Tidaklah patut bagiku menggantinya dari pihak diriku sendiri. Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku.” (QS. Yunus: 15)

Kisah Teladan : Raja dan Gentong

Kisah Teladan - Raja dan Gentong
Kisah Teladan - Raja dan Gentong
Tersebutlah seorang raja yang mungkar. Ia suka menyekutukan Tuhan, sehingga kaum beriman banyak yang menentangnya.
Dalam sebuah peperangan, raja itu tertawan. Untuk membunuhnya, raja itu terlebih dulu disiksa, agar dia tahu bagaimana rasanya siksaan itu.
Raja itu dimasukkan ke dalam sebuah gentong berisi air, yang kemudian dipanasi dengan api dari bawah. Tentu saja raja itu merintih-rintih kepanasan, Air dalam gentong itu perlahan-lahan panas mendidih.
Dalam penderitaannya, raja itu berteriak-teriak memohon pertolongan kepada para dewanya;
"Hai dewa yang agung. Selama ini aku telah menyembahmu, tolonglah selamatkan diriku dari siksaan ini!"
Sampai suaranya serak dan parau, tapi pertolongan dari para dewa yang diharapkan raja itu tak kunjung datang. Sementara tubuhnya semakin kesakitan berada dalam air yang makin lama bertambah panas.
Karena putus asa, raja itu mendongakkan kepalanya ke atas langit sambil berseru; "Laa ilaaha illallah!"
Tiba-tiba dari langit turun hujan yang deras, hingga api yang membakar gentong itu,padam. Kemudian datang angin yang sangat kencang, dan karena kuatnya angin itu hingga mampu menerbangkan gentong itu ke angkasa. Karena takutnya, raja itu gemetar dan mulutnya terus mengucapkan syahadat.
Setelah cukup lama gentong itu diterbangkan angin, akhirnya jatuh ke suatu tempat yang dihuni oleh kaum kafir. Dengan masih terus tetap berdzikir "Laa ilaaha illallah" raja itu keluar dari dalam gentong yang airnya tinggal sedikit karena banyak yang tumpah.
Melihat ada seseorang yang keluar dari dalam gentong, kaum yang berada di tempat itu berkata;
"Mengapa kau berada di situ? Bodoh sekäli engkau ini!"
Dikatakan demikian raja itu diam saja. Kemudian ia menceritakan tentang dirinya dan bagaimana kejadiannya hingga sampai ia berada di dalam gentong dan akhirnya jatuh
ke tempat mereka..
"Berimanlah kalian kepada Allah, dan ikutilah jejakku. Aku telah membuktikan sendiri, bagaimana kuasa Allah yang telah melindungi diriku," kata raja itu mengakhiri ceritanya.
Sejak raja tinggal di tempat itu, dan atas ajakan raja, semua penduduk tempat itu beriman kepada Allah mengikuti jejaknya.