Beranda · About · Daftar Isi · Kisah Teladan · Kisah Muallaf · Kisah 25 Nabi · Aplikasi · Kisah Nabi Muhammad

Azab yang dilihat penggali kubur


 

 Terdapat seorang pemuda yang kerjanya adalah menggali kubur dan mencuri kain kafan untuk dijual. Pada suatu hari, pemuda tersebut berjumpa dengan seorang alim/ahli ibadah untuk menyatakan kekesalannya dan keinginan untuk bertaubat kepada Allah s.w.t.

Dia berkata, “Sepanjang aku menggali kubur untuk mencuri kain kafan, aku telah melihat 7 perkara ganjil yang menimpa mayat-mayat tersebut. Lantaran aku merasa sangat insaf atas perbuatanku yang sangat keji itu dan ingin sekali bertaubat.” Yang pertama, aku lihat mayat yang pada siang harinya menghadap kiblat. Tetapi apabila aku menggali semula kuburnya pada waktu malam, aku lihat wajahnya telahpun membelakangkan kiblat. Mengapa terjadi begitu, wahai tuan guru?” tanya pemuda itu.

Wahai anak muda, mereka itulah golongan yang telah mensyirikkan Allah s.w.t. sewaktu hidupnya. Lantaran Allah s.w.t. menghinakan mereka dengan memalingkan wajah mereka dari mengadap kiblat, bagi membezakan mereka daripada golongan muslim yang lain,” jawab ahli ibadah tersebut.

Sambung pemuda itu lagi, “Golongan yang kedua, aku lihat wajah mereka sangat elok semasa mereka dimasukkan ke dalam liang lahad. Tatkala malam hari ketika aku menggali kubur mereka, ku lihat wajah mereka telahpun bertukar menjadi ****. Mengapa begitu halnya, wahai tuan guru?”

Jawab ahli ibadah tersebut, “Wahai anak muda, mereka itulah golongan yang meremehkan dan meninggalkan solat sewaktu hidupnya. Sesungguhnya solat merupakan amalan yang pertama sekali dihisab. Jika sempurna solat, maka sempurnalah amalan-amalan kita yang lain,”

Pemuda itu menyambung lagi, “Wahai tuan guru, golongan yang ketiga yang aku lihat, pada waktu siang mayatnya kelihatan seperti biasa sahaja. Pabila aku menggali kuburnya pada waktu malam, ku lihat perutnya terlalu gelembung, keluar pula ulat yang terlalu banyak daripada perutnya itu.”

Jawab ahli ibadah tersebut “Mereka itulah golongan yang gemar memakan harta yang haram, wahai anak muda,” balas ahli ibadah itu lagi.

Golongan keempat, ku lihat mayat yang jasadnya bertukar menjadi batu bulat yang hitam warnanya. Mengapa terjadi begitu, wahai tuan guru?”

Jawab ahli ibadah itu, “Wahai pemuda, itulah golongan manusia yang derhaka kepada kedua ibu bapanya sewaktu hayatnya. Sesungguhnya Allah s.w.t. sama sekali tidak redha kepada manusia yang menderhakai ibu bapanya.”

Ku lihat ada pula mayat yang kukunya amat panjang, hingga membelit-belit seluruh tubuhnya dan keluar segala isi dari tubuh badannya,” sambung pemuda itu.

Anak muda, mereka itulah golongan yang gemar memutuskan silaturrahim. Semasa hidupnya mereka suka memulakan pertengkaran dan tidak bertegur sapa lebih daripada 3 hari. Bukankah Rasulullah s.a.w. pernah bersabda, bahawa sesiapa yang tidak bertegur sapa melebihi 3 hari bukanlah termasuk dalam golongan umat baginda,” jelas ahli ibadah tersebut.

Wahai guru, golongan yang keenam yang aku lihat, sewaktu siangnya lahadnya kering kontang. Tatkala malam ketika aku menggali semula kubur itu, ku lihat mayat tersebut terapung dan lahadnya dipenuhi air hitam yang amat busuk baunya,”

Wahai pemuda, itulah golongan yang memakan harta riba sewaktu hayatnya,” jawab ahli ibadah tadi.

Wahai guru, golongan yang terakhir yang aku lihat, mayatnya sentiasa tersenyum dan berseri-seri pula wajahnya. Mengapa demikian halnya wahai tuan guru?” tanya pemuda itu lagi.

Jawab ahli ibadah tersebut, “Wahai pemuda, mereka itulah golongan manusia yang berilmu. Dan mereka beramal pula dengan ilmunya sewaktu hayat mereka. Inilah golongan yang beroleh keredhaan dan kemuliaan di sisi Allah s.w.t. baik sewaktu hayatnya mahupun sesudah matinya.” Ingatlah, sesungguhnya daripada Allah s.w.t kita datang dan kepadaNya jualah kita akan kembali. Kita akan di pertanggungjawabkan atas setiap amal yang kita lakukan, hatta walaupun amalan sebesar zarah.

Setelah anda membaca kisah ini. Sampaikan atau hantarkan kepada sahabat dan rakan-rakan anda. Mudah-mudahan amalan baik yang sedikit ini diambil kira oleh Allah Taala di Akhirat kelak.
Amin...
 sumber: http://zilzaal.blogspot.com

PENGANIAYAAN DI BURMA, BUKAN OLEH UMAT BUDHA, MELAINKAN KARENA POLA-PIKIR DARWINIS

Pergumulan antara kaum beriman dan yang tak beriman terus berlangsung di sepanjang sejarah. Semua pertentangan dan perbedaan ideologi di dunia berlandaskan pada perang intelektual dan perang ideologi di antara kedua kutub ini. Mereka yang mendukung agama sejati dan menyerukan, “Allah itu Esa”, dan berikhtiar menerapkan nilai-nilai moral dengan keyakinan yang lurus, selalu dihadapkan dengan kekuatan yang menentangnya. Jika terjadi kekerasan dan kebrutalan, biasanya berasal dari para penentangnya. Meskipun demikian, ada satu detil yang sangat penting yang mesti dipaparkan di sini.
Menggambarkan kaum beriman sebagai pendukung kekerasan merupakan cara yang licik
Dua kekuatan yang saling berlawanan ini kadang tampil dengan kamuflase agama. Tentu saja ini penipuan. Tak satupun keyakinan beragama menyetujui tindakan yang kejam dan brutal. Jika seseorang menyebarkan kekejaman, membenci segala sesuatu atau melakukan tindak teroris dan pembunuhan, jelas sekali bahwa dia tak beragama. Meskipun dia seorang Muslim, Kristen ataupun Yahudi pada KTP-nya, tak berarti bahwa dia beragama. Karenanya, setiap peristiwa penindasan, kekacauan ataupun terror harus dinilai dari sudut pandang ini. Kekuatan licik tertentu selalu berusaha menyandangkan setiap konflik, penderitaan dan tindakan terror sebagai hasil perbuatan umat beriman. Secara khusus, mereka menggunakan media dan berbagai publikasi untuk menyebarkan scenario untuk menyulut konflik diantara umat Muslim dan Kristen, diantara kaum Shi’ah dan Sunni, atau diantara Yahudi dengan Muslim. Tujuannya adalah untuk mencegah bersatunya umat-umat yang percaya kepada Allah. Kekuatan-kekuatan ini sadar benar bahwa persatuan umat-umat yang beriman akan menjadi kekuatan utama yang melawan ideologi-ideologi palsu, serta tak dapat dikalahkan. Karena ancaman inilah mereka membangun kebencian-antar-umat sebagai strategi untuk menghilangkan persatuan diantara umat beriman.
Sementara umat beriman saling bertengkar, pendukung pemikiran Darwinis, komunis dan Marxis bahu-membahu satu sama lain, tumbuh semakin kuat dan mendapat lingkungan yang ideal untuk menyebarkan ideologi-ideologi jahat mereka. Kekuatan jahat ini menggunakan cara di atas di beberapa negara Arab, Timur Tengah dan tempat-tempat lain semacam Birma.
 Ideologi Darwinis merupakan sebab dari penindasan-penindasan di dunia
Di beberapa Negara di belahan dunia, umat Muslim merupakan penduduk minoritas. Jutaan Muslim minoritas hidup dalam tekanan di Birma, Filipina, Kamboja, dan Thailand. Konflik yang terjadi umumnya dipicu oleh perselisihan atau perbedaan pendapat di antara umat beriman.
Konflik di Syria digambarkan sebagai pertentangan antara kaum Shi’ah dan Sunni, dan pemberitaan selalu mencerminkan ide ini. Namun ini adalah suatu penipuan. Sebenarnya ada pergumulan yang terjadi antara mereka yang-takut-kepada-Tuhan dengan kaum Darwinis dan Komunis. Peristiwa yang terjadi di Syria merupakan pemberontakan terhadap ideology sosialis komunis yang terjadi sejak masa Hafez Assad, dan tak pernah pupus.
Dengan cara yang sama, penganiyayaan sadis yang terjadi di Birma sejak 1990-an digambarkan sebagai penyerangan umat Budha terhadap umat Muslim. Namun sebenarnya, para penyerangnya adalah junta yang mendukung ideologi Darwinis, meskipun berpenampilan sebagai umat Budha. (Budhisme masa kini merupakan agama pagan, namun mungkin dalam bentuk yang terkorupsi dari keyakinan sejatinya. Tak ada agresi atau bentuk penindasan bagaimanapun yang dibolehkan dalam agama Budha terkini pun.) Mustahil suatu tindak kejahatan dianggap sebagai pengabdian untuk agama. Jika mereka melakukannya atas nama agama, maka mereka sedang melakukan penipuan, atau tidak tahu tentang agama, atau malah mereka ini yang tertipu. Tak ada satu agama pun yang membolehkan penindasan, pembunuhan, terror ataupun genosida. Tak ada umat beragama boleh menindas orang lain, sebagai teroris sekalipun, atau menghilangkan hak orang lain. Agama menganjurkan cinta, kasih-sayang dan solidaritas. Penganjur agama sejati selalu membawa cinta kepada dunia.
Namun ideologi Darwinis dan ideologi-ideologi lainnya seperti Marxisme, Leninisme, komunisme dan fasisme, menindas orang lain, melakukan terror terhadap masyarakat, melakukan aksi-aksi teroris, terlibat genosida, melakukan pembunuhan masal serta membunuh wanita dan anak-anak, tua maupun muda. Jika ada teror ataupun perselisihan di suatu tempat, maka keberadaan ideologi semacam ini di wilayah tersebut akan segera kelihatan. Ideologi komunis yang mendukung dialektika masyarakat dengan mengadopsi ideologi Darwinis, yang mendukung dialektika alam, menjadi prasyarat terjadinya konflik. Dengan tidak rasional mereka berpendapat bahwa tak akan  kemajuan jika tak ada konflik. Ideologi jahat inilah yang meracuni masyarakat dengan rasa benci.
Mari bersatu untuk mengakhiri penindasan yang berasal dari tindakan curang oleh Darwinisme
Jika kita ingin mengakhiri perselisihan di dunia ini, prasarat satu-satunya adalah penghapusan ilmiah Darwinisme, ide intelektual dari ideologi-ideologi jahat ini. Dan cara untuk menghapus Darwinisme secara intelektual adalah dengan mendiskusikan serta mengemukakan bukti-bukti ilmiah yang mengungkapkan ketidakberlakuan teori evolusi dimanapun, kapanpun. Aktivitas seperti penyebaran buku, penyelenggaraan pameran, penulisan artikel, pembuatan situs web, penyelenggaraan konferensi serta program-program radio dan televisi merupakan hal yang sangat penting untuk penyebaran informasi ini. Memang, dampak positif dari aktivitas semacam ini telah menyebar dengan sangat cepat, dan orang sudah mulai menerima kenyataan bahwa evolusi merupakan penipuan ilmiah terburuk di sepanjang sejarah.
Sebagai pengingat akhir, dunia Islam secara keseluruhan mempunyai tanggungjawab untuk menjamin bahwa semua umat manusia bisa hidup dengan aman dan damai. Dunia Islam mempunyai kewajiban untuk bersatu dan menyelamatkan mereka yang hidup kesakitan dan menderita di Turkestan Timur, Birma, Pathani, Irak, Afganistan, Palestina dan di banyak tempat lainnya, dan menghasilkan solusi yang permanen. Dunia Turki-Islami yang bersatu dan bertindak sebagai saudara dalam semangat solidaritas tidak akan menghadapi masalah semacam itu. Bisa dijamin bahwa bukan hanya Muslim yang bisa hidup dengan aman, sejahtera, damai serta bahagia, melainkan juga bagi umat Kristen, Yahudi, Budha bahkan bagi mereka yang tak beragama ataupun ateis.[Harunyahya]

Ini Tidak Mungkin! Muhammad Pasti Menggunakan Mikroskop


                DR. KEITH L. MOORE MSc, PhD, FIAC, FSRM adalah Presiden AACA (American Association of Clinical Anatomi ) antara tahun 1989 dan 1991. Ia menjadi terkenal karena literaturnya tentang mata pelajaran Anatomi dan Embriologi dengan puluhan kedudukan dan gelar kehormatan dalam bidang sains.
                Dia menulis bersama profesor Arthur F. Dalley II, Clinically Oriented Anatomy, yang merupakan literatur berbahasa Inggris paling populer dan menjadi buku kedokteran pegangan di seluruh dunia. Buku ini juga digunakan oleh para ilmuwan, dokter, fisioterapi dan siswa seluruh dunia.

                Pada suatu waktu, ada sekelompok mahasiswa yang menunujukkan referensi al-Qur’an tentang ‘Penciptaan Manusia’ kepada Profesor Keith L Moore, lalu sang Profesor melihatnya dan berkata :
“Tidak mungkin ayat ini ditulis pada tahun 7 Masehi, karena apa yang terkandung di dalam ayat tersebut adalah fakta ilmiah yang baru diketahui oleh ilmu pengetahuan modern! Ini tidak mungkin, Muhammad pasti menggunakan mikroskop!”

Para Mahasiswa tersebut lalu berkata, “Prof, bukankah saat itu Mikroskop juga belum ada?”
“Iya, iya saya tau. Saya hanya bercanda, tidak mungkin Muhammad yang mengarang ayat seperti ini,” jawab sang profesor.

***
                “Kemudian Kami menjadikan air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kukuh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan alaqoh (sesuatu yang melekat), lalu sesuatu yang melekat itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami menjadikannya mahluk yang (berbentuk) lain. Maha Suci Allah Pencipta yang paling baik” [QS. Al Mu'minuun: 13-14]

                Jika di cermati lebih dalam, sebenarnya ‘alaqoh’ dalam pengertian Etimologis yang biasa di terjemahkan dengan ‘segumpal darah’ juga bermakna ‘penghisap darah’, yaitu lintah.

                Padahal tidak ada pengumpamaan yang lebih tepat ketika Embrio berada pada tahap itu, yaitu 7-24 hari, selain seumpama lintah yang melekat dan menggelantung di kulit.

                Embrio itu seperti menghisap darah dari dinding Uterus, karena memang demikianlah yang sesungguhnya terjadi, Embrio itu makan melalui aliran darah. Itu persis seperti lintah yang menghisap darah. Janin juga begitu, sumber makanannya adalah dari sari makanan yang terdapat dalam darah sang ibu.

                Ajaibnya, Embrio Janin dalam tahap itu jika di perbesar dengan mikroskop bentuknya benar-benar seperti lintah. Dan hal itu tidak mungkin jika Muhammad sudah memiliki pengetahuan yang begitu dahsyat tentang bentuk janin yang menyerupai lintah lalu menulisnya dalam sebuah buku.

                Padahal pada masa itu belum di temukan mikroskop dan lensa. Jelas itu adalah pengetahuan dari Tuhan, itu wahyu dari Allah SWT, yang Maha Mengetahui segala Sesuatu.

                Ayat tersebutlah yang membuat sang profesor akhirnya memeluk agama Islam dan merevisi beberapa kajian ilmiahnya karena Al-Quran ternyata telah menjawab beberapa bagian yang selama ini membuat sang profesor gusar. Ia merasa materi yang ditelitinya selama ini terasa belum lengkap atau ada tahapan dari perkembangan Embrio yang kurang.
Sumber : www.islampos.com

Alqamah Menjelang Ajalnya

Sahabat Anas ra berkata: di masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ada seorang pemuda yang bernama Alqamah. Pemuda ini giat beribadah, baik shalat, puasa maupun sedekah. Tiba-tiba dia sakit cukup berat, maka istrinya menyuruh orang menghadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, untuk memberitahu bahwa suaminya sakit keras dan dalam keadaan sakaratul maut.

Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyuruh Bilal, Ali, Salman dan Ammar radhiyallahu ‘anhum supaya datang ke tempat Alqamah, melihat sebagaimana keadaannya.
Ketika sampai dirumah Alqamah, mereka masuk dan langsung menuntun Alqamah membaca Laa Ilaaha Illallah tetapi Alqamah tidak mampu  mengucapkan itu, mulutnya seakan terkunci. Ketika para sahabat merasa bahwa Alqamah pasti akan menemui ajalnya, maka para sahabat meminta sayyidina Bilal untuk melaporkan hal ini kepada baginda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
“apakah dia masih mempunyai ayah dan ibu?” tanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
“Ayahnya sudah meninggal, sedang ibunya masih hidup tetapi sudah terlampau tua?” Jawab sayyidina Bilal.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam meminta sayyidina Bilal untuk menemui ibu Alqamah untuk menyampaikan salam dan pesan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang berbunyi “Jika kau dapat berjalan, pergilah kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan jika tidak dapat, maka Rasulullah yang akan ke sini.”
Ketika pesan itu disampaikan kepada ibunya Alqamah, perempuan itu berkata: “Sayalah yang lebih layak mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” Lalu perempuan itu menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Setelah mengucapkan salam, dia duduk di depan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam.
“Ceritakan kepadaku hal yang sebenarnya. Jika engkau berdusta kepadaku, niscaya akan turun wahyu yang memberitakan kedustaan itu. Bagaimana keadaan Alqamah?”
“Ia rajin mengerjakan shalat, puasa, dan bersedekah sebanyak-banyaknya. Sehingga tidak terhitung lagi berapa banyaknya.”
“Lalu bagaimana hubunganmu dengannya?” tanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
“ia lebih mengutamakan istrinya daripada aku, ia menurut kepada istrinya dan menentangku.” Jawab ibu Alqamah.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Murka ibunya itulah yang mengunci lidah Alqamah untuk mengucap laa ilaha illallah.
Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyuruh sayyidina Bilal untuk mengumpulkan kayu sebanyak-banyaknya untuk membakar Alqamah.
“Ya Rasulallah, putraku, buah hatiku, akankah kau bakar dengan api di depanku? Bagaimana hatiku dapat menerimanya?” Kata ibu Alqamah.
“Hai ibu Alqamah, siksa Allah lebih berat dan lebih kekal. Oleh karena itu, jika engkau menghendaki agar Allah mengampuni anakmu, maka ikhlaskanlah dia! Demi Allah yang jiwaku dalam kekuasaan-Nya, tidak akan berguna shalat, puasa, dan sedekahnya selama engkau masih murka kepadanya,”kata Rasulullah kepadanya.
Lalu ibu Alqamah mengangkat tangan.
“Ya Rasullallah, saya persaksikan kepada Allah dan engkau ya Rasulallah dan siapa yang hadir di tempat ini, bahwa saya telah ridha kepada Alqamah,” katanya.
Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutus sahabat Bilal untuk mengetahui keadaan Alqamah, apakah sudah mengucapkan laa ilaahai illallah atau belum. Karena khawatir ucapan ibunya Alqamah tidak dari hati tetapi dimulut belaka.
Seketika sayyidina Bilal berada di pintu rumah Alqamah, beliau mendengar Alqamah mengucapkan laa ilaaha illallah. Lalu sayyidina Bilal berkata: “ Hai sekalian manusia, sesungguhnya murka ibu Alqamah itulah yang menutup lidahnya untuk mengucapkan syahadat, dan kini lidahnya telah bebas.”
Maka meninggallah Alqamah pada hari itu.
Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan agar Alqamah segera dimandikan dan dikafani, lalu dishalati oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sesudah dikubur, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berdiri di tepi kubur sambil berkata yang artinya:
“Wahai sahabat Muhajirin dan Anshar, siapa yang mengutamakan istri daripada ibunya maka dia terkena kutukan (la’nat) Allah, malaikat, dan manusia semuanya. Bahkan Allah tidak menerima darinya ibadah baik yang fardhu maupun yang sunnat. Kecuali jika bertaubat benar-benar kepada Allah, berbuat baik kepada ibunya, dan minta keridhaannya. Sebab ridha Allah tergantung  pada ridha Ibu, dan murka Allah juga terletak pada murka ibu.”

Semoga menjadi renungan untuk kita semua untuk mematuhi orangtua,,,

Tangisan Rasulullah Menggoncangkan Arasy



Dikisahkan, bahwasanya di waktu Rasulullah s.a.w. sedang asyik bertawaf di Ka’bah,
beliau mendengar seseorang di hadapannya bertawaf, sambil berzikir: “Ya Karim! Ya
Karim!” 

Rasulullah s.a.w. menirunya membaca “Ya Karim! Ya Karim!” Orang itu Ialu
berhenti di salah satu sudut Ka’bah, dan berzikir lagi: “Ya Karim! Ya Karim!” Rasulullah
s.a.w. yang berada di belakangnya mengikut zikirnya “Ya Karim! Ya Karim!” Merasa seperti
diolok-olokkan, orang itu menoleh ke belakang dan terlihat olehnya seorang  laki-laki yang
gagah, lagi tampan yang belum pernah dikenalinya. Orang itu Ialu berkata:

“Wahai orang tampan! Apakah engkau memang sengaja memperolok-olokkanku,
karena aku ini adalah orang Arab badwi? Kalaulah bukan kerana ketampananmu dan
kegagahanmu, pasti engkau akan aku laporkan kepada kekasihku, Muhammad Rasulullah.”

Mendengar kata-kata orang badwi itu, Rasulullah s.a.w. tersenyum, lalu bertanya:
“Tidakkah engkau mengenali Nabimu, wahai orang Arab?” “Belum,” jawab orang itu. “Jadi
bagaimana kau beriman kepadanya?” 

“Saya percaya dengan mantap atas kenabiannya, sekalipun saya belum pernah
melihatnya, dan membenarkan perutusannya, sekalipun saya belum pernah bertemu
dengannya,” kata orang Arab badwi itu pula. 

Rasulullah s.a.w. pun berkata kepadanya: “Wahai orang Arab! Ketahuilah aku inilah
Nabimu di dunia dan penolongmu nanti di akhirat!” Melihat Nabi di hadapannya, dia
tercengang, seperti tidak percaya kepada dirinya. 

“Tuan ini Nabi Muhammad?!” “Ya” jawab Nabi s.a.w. Dia segeratunduk untuk
mencium kedua kaki Rasulullah s.a.w. Melihat hal itu, Rasulullah s.a.w. menarik tubuh orang
Arab itu, seraya berkata kepadanya: 

“Wahal orang Arab! janganlah berbuat serupa itu. Perbuatan seperti itu biasanya dilakukan oleh hamba sahaya kepada juragannya, Ketahuilah, Allah mengutusku bukan untuk
menjadi seorang yang takabbur yang meminta dihormati, atau diagungkan, tetapi demi
membawa berita. 

Ketika itulah, Malaikat Jibril a.s. turun membawa berita darilangit dia berkata: “Ya
Muhammad! Tuhan As-Salam mengucapkan salam kepadamu dan bersabda:“Katakanlah
kepada orang Arab itu, agar dia tidak terpesona dengan belas kasih Allah. Ketahuilah bahawa
Allah akan menghisabnya di hari Mahsyar nanti, akan menimbang semua amalannya, baik
yang kecil maupun yang besar!” Setelah menyampaikan berita itu, Jibril kemudian pergi.
Maka orang Arab itu pula berkata: 

“Demi keagungan serta kemuliaan Tuhan, jika Tuhan akan membuat perhitungan atas

amalan hamba, maka hamba pun akan membuat perhitungan dengannya!” kata orang

Arab badwi itu. “Apakah yang akan engkau perhitungkan dengan Tuhan?” Rasulullah

bertanya kepadanya. ‘Jika Tuhan akan memperhitungkan dosa-dosa hamba, maka hamba akan memperhitungkan betapa kebesaran maghfirahnya,’ jawab orang itu.

‘Jika Dia memperhitungkan kemaksiatan hamba, maka hamba akan

memperhitungkan betapa keluasan pengampunan-Nya. Jika Dia memperhitungkan

kekikiran hamba, maka hamba akan memperhitungkan pula betapa

kedermawanannya!’

Mendengar ucapan orang Arab badwi itu, maka Rasulullah s.a.w. pun  menangis
mengingatkan betapa benarnya kata-kata orang Arab badwi itu, air mata beliau meleleh
membasahi Janggutnya. Lantaran itu Malaikat Jibril turun lagi seraya berkata: 

“Ya Muhammad! Tuhan As-Salam menyampaikan salam kepadamu, dan  bersabda:
Berhentilah engkau dari menangis! Sesungguhnya karena tangismu, penjaga Arasy lupa dari
bacaan tasbih dan tahmidnya, sehingga la bergoncang. Katakan kepada temanmu itu, bahwa
Allah tidak akan menghisab dirinya, juga tidak akan memperhitungkan kemaksiatannya.
Allah sudah rnengampuni semua kesalahannya dan la akan menjadi temanmu di syurga
nanti!” Betapa sukanya orang Arab badwi itu, mendengar berita tersebut. la Ialu menangis
karena tidak berdaya menahan keharuan dirinya.

sumber : http://virouz007.wordpress.com/

Al Matsurat ver 1.02

 
 
 
 
 
Alhamdulillah ikhwah fillah, sedikit berbagi aplikasi  berupa Tuntunan Doa-doa dan Dzikir Rasulullah SAW, yg dirangkum oleh Imam Hasan al Bana dikenal dengan Al Matsurat. Mudah-mudahan kita dapat melazimkannya untuk berdzikir pagi dan petang di tengah-tengah kesibukan pekerjaan.

Hadits viever


Hadits viever adalah Kumpulan Hadits-hadits shahih didalamnya terdapat berbagai macam bahasa. Kita juga dapat memasukkan nomor hadits untuk menuju hadits yang kita cari.

software winshalat (belajar shalat)

               Terdapat Simulasi shalat wajib dari software ini yaitu : Shubuh, Dhuhur, Ashar, Maghrib, ‘Isya
serta simulasi Dzikir setelah shalat wajib sesuai dengan setting yang dilakukan.

               Simulasi shalat yang dibuat berdasarkan buku Shifat Shalat Nabi karya seorang ulama Timur Tengah, Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani. Simulasi dzikir sesudah shalat wajib dibuat berdasarkan buku karya seorang ulama mufti ‘am Kerajaan Saudi Arabia, Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz. Program ini hanya mensimulasikan sholat wajib dan dzikir saja.

               Software ini merupakan karya dari Happy Chandraleka. Jika anda ingin download software ini dan ingin cara settingnya silahkan kunjungi situs ini. Atau bisa didownload link dibawah ini